Berita >> Gaya Hidup >> Gaya Hidup

Kisah Para Kontraktor
BERITA - gaya-hidup.infogue.com - Jika diberi pilihan, banyak orang yang lebih memilih menjadi karyawan permanen ketimbang kontrak. Jenjang karier yang jelas, tunjangan kesejahteraan, bahkan bonus tahunan, menjadi daya tarik tersendiri. Namun, bagi sebagian orang, status kontrak tak membuat kecil hati. Malah, potensi diri kian terasah dan jika beruntung, penghasilan bisa lebih tinggi dari karyawan permanen. Empat perempuan cantik ini membagi pengalaman mereka untuk Anda. Ully Sirait, 27, Staf Database Kedutaan Perancis, Lajang Punya Deadline Sendiri “Sejak lulus kuliah dari IKIP jurusan Bahasa Perancis, saya sudah terjun sebagai karyawan kontrak di kedutaan Perancis. Sebagai staf database, tugas saya adalah updating data pelajar Indonesia baik yang masih belajar di sana maupun yang telah lulus. Pekerjaannya tidak terlalu sulit dan ini pengalaman pertama untuk saya. Saat itu saya dikontrak untuk tiga bulan, kemudian diperpanjang empat bulan, kemudian diperpanjang lagi setahun. Setelah proyek itu selesai, kontrak saya pun habis. Nah, tahun 2006, saya dikontrak lagi untuk tugas yang sama. Kontraknya sekarang per enam bulan. Setelah itu kalau proyeknya belum selesai, akan diperpanjang lagi. Saya tidak terlalu bermasalah dengan sistem kontrak itu, karena saya menikmati pekerjaan ini. Apalagi sebagai karyawan kontrak gaji saya lumayan tinggi. Memang, saya kerap dibuat deg-degan apakah kontrak bakal diperpanjang atau tidak. Jauh-jauh hari sudah berpikir, kalau nanti menganggur, gimana, ya? Tapi senangnya kita lebih bebas bekerja. Ada tantangan tersendri karena saya punya deadline sendiri. Kalau deadline diatur oleh orang lain, malah membuat saya tertekan, haha.. Saya senang bekerja di sini, karena waktu kerjanya mengikuti aturan di Perancis, bekerja 37 jam. Hari Jumat jam kerjanya dari pukul 09.00-14.00. Sabtu dan Minggu libur. Bonus juga diberikan. Modal sebagai karyawan kontrak adalah punya jaringan yang luas, sehingga kalau di satu perusahaan kontrak kita putus, kita bisa cepat loncat ke perusahaan lain. Jangan pula pernah berhenti belajar dan ambil hal baru untuk menunjang keterampilan. Heidy Prameswari, 24, Creative Expose Pagi Lativi, Lajang Status Kontrak Fasilitas Lengkap “Di stasiun teve kebanyakan sistem kerjanya adalah kontrak. Biasanya orang dikontrak untuk memegang satu program tertentu. Kalau programnya panjang, maka kontraknya juga diperpanjang, tapi kalau pendek, bisa diputus. Sebelum mendapat status karyawan kontrak, saya di-hire dulu selama tiga bulan untuk memegang program tertentu. Setelah itu bisa diperpanjang lagi tiga bulan. Baru kemudian kita dikontrak. Sekarang, saya dikontrak 6 bulan. Banyak yang mengeluh menjadi karyawan kontrak karena merasa tidak aman dan fasilitasnya juga tidak lengkap. Tapi saya merasa enggak masalah dengan itu semua. Kalau masalah gaji, saya kira itu tergantung dari nego kita juga dengan user-nya dan tergantung kebijakan perusahaannya juga. Satu bulan sebelum masa kontrak berakhir biasanya saya dievaluasi oleh atasan, dalam hal ini produser. Saya dinilai kinerja saya. Kalau hasil penilaian saya biasa-biasa saja, tidak bisa naik gaji lagi. Tapi kalau penilaiannya bagus, gaji saya bisa naik. Kenaikanya bisa mencapai 15%. Soal fasilitas yang lain seperti kesejahteraan dan THR, sebagai karyawan kontrak, saya terima itu, kok. Kalau sakit ditanggung perusahaan, ada asuransi, THR dan mendapat tambahan uang makan. Keuntungan lain sebagai karyawan kontrak, kalau ada tawaran pekerjaan lain, saya bisa lebih fleksibel. Misal, bisa meminta perusahaan itu menunggu sampai kontrak saya habis di tempat kerja sekarang. Kalau karyawan permanen, kan, tidak bisa sebebas itu. Yang terpenting sih, kalau jadi karyawan kontrak, kemampuan kita harus di atas rata-rata Sehingga bukan kita yang mencari pekerjaan, tapi perusahaanlah yang memburu kita. Sedangkan bagian pahitnya, kalau terjadi sesuatu pada perusahaan karyawan kontrak yang pertama kali dikorbankan. Kita juga mesti punya kemampuan adaptasi yang baik karena sering berpindah-pindah kerja. Marsiana, 24, PR Officer Bird Life, Lajang Bisa Nego Isi Kontrak “Pekerjaan di LSM kebanyakan sistem kerjanya kontrak. Karena duitnya tidak tentu, sangat tergantung dari donor. Beda dengan perusahaan yang keuangannya lebih pasti. Masa kontrak saya di sini 1,5 tahun, dan saat ini baru satu tahun. Pekerjaan saya menyenangkan, jadi saya tidak pernah bermasalah dengan status kontrak saya. Karena semua orang yang ada di tempat saya bekerja ini semuanya kontrak. Satu-satunya pegawai permanen hanya office boy, haha. Sistem yang berlaku di sini, kalau kontraknya habis dapat diperpanjang hingga 3 kali. Nah kalau sudah tiga kali, tidak bisa dipakai lagi. Saya suka bekerja di sini karena kesempatan pendidikan sangat terbuka. Kebetulan saya juga ingin melanjutkan kuliah master, dan biasanya mereka yang bekerja sosial mendapat prioritas. Kalau masalah gaji, sama saja. Asal bisa negonya dengan user, gaji yang didapat bisa lebih besar dari pegawai tetap di perusahaan lain. Selain itu, kita bisa juga nego isi kontrak kita sendiri. Misal soal waktu kerja. Kita bisa menentukan soal tanggal berapa kita bisa masuk kerja, dan jika di bulan-bulan tertentu ada kegiatan lain yang bentrok dengan jam kerja, bisa diberitahu di awal dan dimasukkan ke dalam isi kontrak. Kalau bagian tak enaknya, selain deg-degan menjelang kontrak berakhir, ikatan emosional dengan perusahaan dan lingkungan kantor juga kurang, karena masa kerja yang pendek. Setiap enam bulan kinerja saya dievaluasi. Kalau nilainya bagus, saya bisa negosiasi gaji dengan atasan. Jadi semuanya bisa dibicarakan. Kalau soal kesejahteraan saya agak tenang. Karena asuransi dapat, THR juga ada dan kalau punya suami dan anak, mereka juga mendapat tanggungan. Belum lagi kalau saya ke daerah terpencil, saya didaftarkan SOS, sehingga saya bisa dijemput helikopter kapan pun saya butuh. Kelebihan lain, saya bisa jalan-jalan gratis.

sumber: kmps
Lihat Sumbernya
Dikirim: 34 hari 22 jam lalu
Pengirim: bocet
Kirim ke Teman: Kirim ke teman
Kategori: GAYA HIDUP
Tag: Kisah, Para, Kontraktor
Sortir: Sortir
   

  Setting   Tutup Komentar   Sensor  

 
Kamu bisa membalas pesan yang kamu terima disini. (kode HTML tidak diperbolehkan)


  Pesan akan segera ditampilkan setelah proses kirim.
 

Berita Terkait

262     Foto-Foto Jutaan Anak Tewas Karena KeLaparan ...
1  Aparat Harus Beri Kontribusi Atasi Krisis, ...
1     Ibu-ibu Taklukkan Dua Pemabuk Berparang
1  Vanessa Hudgens Umbar Fesyen untuk Paparazzi
1  Carlos Boozer Reparasi Lutut Kiri